Sejarah Kampung Kemasan Gresik (dari berbagai sumber)

Kampung Kemasan

 

Sumber dari internet :

  1. Web Pak mustakim

Kampung Kemasan merupakan sebutan bagi penggalan sebuah gang sepanjang sekitar 200 meter di kawasan yang dikenal dengan nama Pakelingan, Kecamatan Kota Gresik. Lokasi ini pada abad ke-19 M merupakan pemukiman orang-orang Eropa dan kaum pribumi yang cukup mapan dari segi ekonomi.

Bangunan-bangunan di kanan dan kiri gang ini memiliki arsitektur perpaduan antara corak Eropa dan Cina. Unsur Eropa dapat dilihat pada tampak depan bangunan, yang umumnya memiliki susunan anak tangga yang makin mengecil ke atas, dengan tiang-tiang bergaya doria dan ionia, serta pintu jendela berukuran besar dengan lengkung-lengkung di bagian atasnya. Sedangkan unsur Cina tampak pada sejumlah ornamen maupun tempat hio di pintu gerbang rumah. Sebagian besar rumah-rumah tersebut berlantai dua.

Menurut tradisi lisan bahwa dimasa pendirian rumah-rumah ini seluruhnya didominasi oleh warna merah. Rumah-rumah ini dihuni oleh orag-orang yang masih mempunyai hubungan keluarga, dan termasuk rumah megah untuk ukuran zamannya. Penduduk sekitarnya menyebut dengan kemasan yang berkonotasi masa-masa keemasan.

2. Artikel di Internet

Ada sekitar 22 bangunan yang terletak di jalan Nyai Arem-Arem gang III di kampung Kemasan Gresik yang didirikan pada abad ke-18 dan pada saat itu pelabuhan Gresik ramai didatangi oleh bangsa asing, baik bangsa Eropa, Cina maupun bangsa Arab.

Bangunan rumah tinggal di Kampung Kemasan memilki karakter kuat yang membedakan dengan lingkungan sekitar, khususnya pada arsitektur rumah rakyat dan arsitektur publik yang sudah dipengaruhi oleh gaya modern. Karakter tersebut adalah luas bangunan dengan ukuran dua kali lebih besar, adanya jumlah pintu dan jendela yang lebih banyak dari pada rumah hunian pada umumnya yang diimbangi oleh bentuk bangunan vertikal yang terlihat kokoh. Menarik dan unik dari rumah ini, adalah bentuk ornamen yang memilki ciri khas arsitektur Cina dan Eropa dan Arab yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat ekonomi, sosial, budaya yang terjadi di kalangan masyarakat pada waktu itu.

Sumber dari buku :

  1. Aksana. 2000. Sejarah Arsitektur Pekalongan. Jurnal Tatanan. 2 (3): 23

Gresik merupakan salah satu kota pantai utara Pulau Jawa yang memiliki keistimewaan berupa kota multi etnis, sehingga meninggalkan artefak arsitektur yang unik, khas dan beragam. Artefak yang merupakan warisan budaya (cultural heritage) kawasan kota lama dengan berbagai keanekaragaman arsitektur bangunannya. Salah satu kawasan kota lama adalah Kampung Kemasan yang terletak di sekitar pelabuhan dan pusat Kota Gresik.

Mengingat kota pesisir merupakan pintu masuk bagi kebudayaan-kebudayaan dari waktu ke waktu, sehingga proses penyerapan terhadap budaya luar senantiasa terjadi (Aksana 200:23). Maka dari kondisi inilah, Kota Gresik berkembang berikut kebudayaannya, termasuk di dalamnya spasial kota dan arsitektural kota sebagai wujud budaya material masyarakat pendukunganya yang diakibatkan oleh masuknya berbagai bangsa asing ke kota ini.

Dengan banyaknya budaya yang masuk ke Gresik, semakin banyak pula warisan budaya dengan berbagai keanekaragaman arsitektural bangunannya.

Kampung Kemasan merupakan kawasan perkampungan yang dibangun tahun 1895-an dan masuk dalam kawasan kota lama Gresik dengan keistimewaan berupa kawasan multi etnis yang memilki artefak arsitektur yang unik, khas dan beragam berupa bangunan kuno yang berbeda pada setiap etnisnya.

Sumber Lisan :

  1. Oemar Zainuddin (turunan ke-3 dari H Djaenoeddin B H Oemar)

ragam bangunan yang ada di Kampung Kemasan, dapat dikaitkan dari sejarah yang mencatat tentang awal mula keberadaan bangunan-bangunan di sana.

Salah satu bukti kalau bangunannya bergaya China adalah terbawa pengaruh dari orang yang pertama kali tinggal di sini. Yakni seorang saudagar dari China yang terkenal sebagai pembuat emas, dia bernama Bak Liong. Karena profesi Bak Liong inilah, entah siapa yang memulai dan sejak kapan. Akhirnya kampung ini diberi nama Kemasan.

baru sepeninggal Bak Liong kampung ini sempat mangkrak, hingga akhirnya ada seorang pengusaha kulit bernama H Djaenoeddin B H Oemar. Dia terketuk untuk membeli bangunan-bangunan yang ada di Kampung Kemasan dari tangan Bak Liong.

Waktu berjalan, usaha Oemar terus berkembang hingga berhasil mendirikan pabrik kulit di Desa Kebungson, letaknya dekat Kemasan. Dan, saat itulah pembeli dari Belanda yang tertarik datang ke Kemasan. Hingga akhirnya menjadi rekanan bisnis Oemar, sampai mereka pun memberi saran pada Oemar sekeluarga dalam mendirikan beberapa bangunan di Kampung Kemasan.

Saat itu usaha kulit Oemar mengalami masa emas pada 1896-1916, dengan menguasai 26 kota di Jawa Timur. Itupun belum termasuk dari luar negeri,

Dari sejumlah bangunan yang ada berfungsi sebgai tempat tinggal, tempat sejarah, adapula sebagai masjid yang sebelumnya hanyalah sebuah surau kecil. Bangunan ini didirikan oleh Oemar.

ciri khas rumah tersebut memiliki banyak kamar mandi antara 20-30 unit dengan berbagai model yang bahan materialnya termasuk unik karena dibuat pada jaman dulu yang kemungkinan besar bahan material tersebut berasal dari luar negeri. selain itu kamar tidurnya juga lumayan banyak sekitar 10 unit.

menurut Oemar Zainuddin, Kemasan kerap kedatangan tamu wisatawan asing dari Amerika Serikat, Belanda, Perancis, China, dan Jepang.

Semoga bermanfaat😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s